Miss Indonesia 2008 di kota Pempek

Seandainya saja dana segitu digunakan utk nolong fakir miskin, anak yatim, dan janda2 miskin, insya-Allah akan berbahagialah semuanya dunia dan akhirat. Apa sih sebetulnya yg ditawarkan dari kontes Miss Indonesia? Klo mau nge-test kecerdasan, buat aja kayak Cepat-Tepat, kasih soal2 akademik dan pengetahuan umum. Tp yg lebih penting dari seorang MI adl miss yg berakhlak mulia, dan itu tdk bisa diketahui hanya dg pertanyaan: “apa yg harus anda lakukan ketika ada seorang nenek mau nyebrang jalan?”

Pemerintahan Syahrial Oesman seharusnya memikirkan dg matang apakah manfaatnya MI 2008 diselenggarakan di kota pempek.

***

PALEMBANG – Mengejutkan. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto ternyata meloloskan mata anggaran penyelenggaran Miss Indonesia 2008 di Palembang pada Juni mendatang sebesar Rp1,9 miliar melalui APBD 2008. Menurut Wakil Ketua DPRD Sumsel Drs H Ellianuddin HB, dengan tidak dihapuskannya anggaran tersebut, persoalan penyelenggaraan Miss Indonesia dianggap selesai.

“Kami lihat pos anggaran Miss Indonesia Rp1,9 miliar dalam APBD 2008 tidak dipermasalahkan dalam evaluasi Mendagri. Jadi, kalau tidak dicoret artinya disetujui. Sekarang tinggal langkah dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel ke depan seperti apa,” ujar Elianuddin yang juga Ketua Panitia Anggaran DPRD Sumsel ditemui di ruang kerjanya, kemarin (15/1).

Mengenai adanya dua fraksi di DPRD Sumsel yang menolak dan akan melakukan rapat kerja khusus di Komisi IV terkait penyelenggaran Miss Indonesia itu, Elianuddin malah mempertanyakan dasar hukum rapat tersebut. “Dengan disetujuinya anggaran tersebut oleh mendagri, maka di dewan persoalan itu sudah selesai. Sekarang tinggal keberanian dinas yang bersangkutan untuk menyelenggarakan itu. Jika dinas tidak sanggup melaksanakannya, itu urusan mereka. Di dewan sendiri sudah tidak bisa lagi membatalkannya. Tentang rapat kerja khusus di komisi, ditinjau dari sisi aturan, dasar hukumnya apa? Karena prosesnya di dewan sudah final,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, bila terjadi pembatalan penyelenggaran Miss Indonesia oleh Disbudpar, dana yang sudah disetujui akan menjadi dana idle. “Untuk pelaksanaan program selanjutnya, nanti akan di bahas lagi dalam APBD Perubahan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disdbudpar Ir HRA Rahman Zeth yang dikonfirmasi koran ini mengaku tidak ingin berpolemik tentang hal tersebut. “Kami tidak ada masalah dengan itu. Apabila itu tidak jadi dilaksanakan, nanti anggarannya akan dikembalikan sesuai dengan mekanisme yang ada,” pungkasnya. (mg16)

***

http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=27410&Itemid=2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: