PLTI (Pembangkit Listrik Tenaga Iman)

Sekitar 2 tahun lalu isu pembangunan PLTN di Indonesia kembali mengemuka, ketika itu salah satu pihak yg kurang sepakat dg pemerintah dlm hal pembangunan PLTN (di Muria dan Madura) ini adl WALHI, skrg isu tersebut kembali ‘cool-down’ sepertinya.

Berangkat dari sini, daku jd terinspirasi utk menulis ttg PLTI. Terlepas dr pro dan kontra akan berdirinya PLTN (di Indonesia ato di dunia), atau jenis2 pembangkit lainnya PLTU, PLTA, PLTD, PLTG, PLTS(urya), PLTP(lasma), PLTB(iomass), PLTAngin, atau bahkan PLTT (Pembangkit Listrik Tenaga Tinja).. ha ha. Utk yg terakhir ini adl penamaan yg daku berikan saja, dlm literatur ianya dikenal dg istilah biogas, yg lazim adl dr kotoran (baca: tinja) sapi atau kerbau, namun ada juga dr kotoran manusia. Utk yg terakhir ini (menggunakan ‘sampah’ manusia), setahu daku hanya RRC saja yg sanggup menggunakannya, soalnya org2 di negara lain nggak begitu kukuh klo harus makan pisang goreng yg digoreng dg ‘pisang’-nya manusia, soalnya seolah2 terasa makan ‘pisang’ goreng :-)) Secara komersial PLTT blm wujud, biasanya ianya dibuat instalasi yg sederhana saja utk keperluan rumah tangga, praktek PLTT byk dijumpai di pedesaan yg byk menghasilkan biogas dr hewan2 ternak, umumnya di Asia Selatan. Silahkan baca buku karangan Prof. Ir. Abd. Kadir, guru besar UI, yg berjudul Energi (terbitan LP3S), atau bukunya Ir. Djiteng Marsudi (terbitan ISTN), mantan Dirut PLN, yg berjudul Sistem Operasi Tenaga Listrik, atau bukunya Prof. Dr. Zuhal, mantan Dirut PLN dan guru besar UI, yg berjudul Teknik Tenaga Listrik (terbitan ITB), utk kuliah lanjut ttg pembangkit tenaga listrik😛

Jd sodara-sodara.. sbnarnya yg perlu dan sgt mendesak utk dibangun itu adl PLTI (Pembangkit Listrik Tenaga Iman). Reaktor-reaktor da’wah sbg bagian utama dr sebuah PLTI, perlu didirikan sebyk2nya di muka bumi. Tdk perlu hutangan dr Bank Dunia atau IMF utk membangun sebuah PLTI. Setiap manusia yg mempunyai Laa ila ha illallaah bisa membuatnya. Setiap rumah tangga yg berhukum atas hukum Allah dan Rasul-Nya itulah sebuah PLTI, setiap rumah tangga yg berazaskan al-Qur’an dan Sunnah, itulah sesungguhya PLTI, setiap rumah tangga baik yg kecil atau yg besar, yg baru atau yg lama, yg miskin atau yg kaya, di desa atau di kota yg beristiqamah atas jalan Islam, itulah sesungguhnya PLTI. Reaktor2 da’wahnya adl ayah, ibu, kakek, nenek, om, tante, dan anak2 yg tinggal di dlm PLTI itu. Masa, harta, dan nyawa, itulah pembangkitnya (generator). Qur’an dan Sunnah, itulah penggerak mulanya (prime mover). Dari PLTI ini kemudiannya akan dibangkitkanlah ‘amal2 shaalih, yg akan memasok energi shaalih ke seluruh alam, yg akan membuat mereka hidup mulia di dunia dan berjaya kelak di akhirat.

Tdk perlu takut dg bencana yg ditimbulkan akibat sebuah catastrophic failure spt yg ditimbulkan oleh Amoco Cadiz di Perancis (1978), Bhopal di India (1984), Chernobyl di Ukraina (1986), atau Piper Alpha di Aberdeen, UK (1988). Bahkan sebuah PLTI justru harus diledakkan!! Ianya harus diledakkan sekuat2nya dg tenaga penuh, hingga ke ujung2 dunia. Bila ledakan Chernobyl akan membawa bencana bagi ummat manusia, mutant2 yg mengerikan, namun ledakan PLTI akan membawa rahmat bagi manusia, amalan2 yg membahagiakan mrk di dunia dan akhirat. Sebuah amalan ada nilai disisi Allah bila ianya disertai dg iman, tanpa iman nilai sebuah amalan adl nol besar walaupun bangun sebuah rumah sakit gratis.

Jadi tunggu apa lagi, mari kita berusaha sekuat tenaga, jadikan rumah tangga kita sebagai sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Iman. Kami insya-Allah siap utk membangunnya.. gimana dg anda?

***

Aba ‘Izzat
~keep the da’wah spirit, yeahh!!~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: