Setiap org yg melakukan salat diwajibkan membaca Basmalah pd awal al-Fatihah karena Basmalah merupakan ayat pertama darinya. Hal tsb didasarkan pada hadis sahih dan kuat dari Rasulullah saw. Antara lain diriwayatkan dari Sayyidina Abu Hurairah r.hu bhw Rasulullah saw. bersabda, “Jika kamu sekalian membaca Alhamdu lillaah, maka bacalah Bismillaahi ar-rahmaan ar-rahiim. Sesungguhnya al-Fatihah itu Ummu Alquran (induk Alquran), Ummu al-Kitab (induk kitab), as-Sab’ al-Matsaany, dan Bismillaahi ar-rahmaan ar-rahiim adl salah satu ayatnya.” [188]
Sayyidina Ibn Abbas r.hu meriwayatkan bhw dia membaca al-Fatihah, lalu membaca wa-laqad atainaaka sab’an min al-matsaaniya wa Alquran al-’Azhiim. Lalu dia berkata, “Itulah Fatihat al-Kitab (Pembuka al-Kitab/Alquran) dan Bismillaahi ar-Rahmaan ar-Rahiim adl ayat yg ketujuh.” (al-Hafizh ibn Hajar dlm al-Fath (VIII: 382) mengatakan hadis tsb diriwayatkan oleh Imam Thabrani dg isnad hasan).
(bersambung)
___
[188] HR. Daruquthny (I: 312); Imam Baihaqy (II: 45) dan lain2nya dg isnad sahih, baik secara marfu’ maupun secara mauquf. Dan hadis tsb memang marfu’ dan tsabit (kuat).
Saya (pengarang) merasa aneh terhadap al-tanaaqudhaat (kontradiksi) bhw muhaddits ash-shuhuf wa al-awraaq (pembaharu lembaran2 koran dan kertas), bukanlah pembaharu intelek yg benar dan jujur). (Dia) mensahihkan hadis tsb dlm beberapa tempat dari kitabnya dan dlm beberapa kitab karangan yg dinisbatkan kpd dirinya, antara lain kitab Sahih al-Jaami’ wa Ziyaadatuh (I: 261) dan Sahiihatuh (III: 179). Meskipun demikian, dia tetap saja berkata -dlm Sifat Salat Nabi-nya halaman 96, “Kemudian Rasulullaah saw. membaca Bismillaahi ar-rahmaan ar-rahiim dan tdk mengeraskan bacaannya.”
Jika basmalah diakui (oleh dia) sbg salah satu ayat dari al-Fatihah, lalu mengapa tdk keraskan bacaannya?
***
Referensi:
* [as-Saqqaf, 2000]


