Di-mustahab-kan atau disunatkan bagi org yg mendirikan shalat utk meletakkan tangan kanannya – sejak awal dia duduk utk tasyahud – dg jemari dikepalkan kecuali telunjuk dan ibu jarinya. Telunjuk itu diletakkan diatas ibu jari, dan diangkat ketika mengucapkan Asyhadu an-laa (baca: allaa) ilaaha illallaah – dlm syahadat – tetapi tdk perlu menggerak-gerakkannya, karena itu makruh. Perlu diketahui, bhw yg diisyaratkan (ditunjukkan) itu hanya telunjuk saja, tdk yg lainnya. Hal itu dilakukan sampai mengucapkan salam.
Diriwayatkan dari Sayyidina Abdullah bin Umar r.hu, jika Rasulullah Saw duduk dlm tasyahud, beliau meletakkan tangan kirinya diatas (pada) lututnya yg kiri, dan meletakkan tangan kanannya pd lutut yg kanan, seraya membuat (angka) lima puluh tiga sambil berisyarat dg telunjuknya. [410]
___
[410] HR Imam Muslim dlm As-Sahih (I: 408). Yg dimaksud dg “lima puluh tiga” ialah menggenggam tiga jari (jari tengah, jari manis, dan kelingking); itulah angka tiga. Sedang telunjuk dan ibu jari dipanjangkan (dijulurkan) sehingga membentuk semacam lingkaran bundar yg mirip angka lima, sehingga menjadilah (semacam angka) lima puluh tiga.
(bersambung)
***
Referensi:
* [as-Saqqaf, 2000]


